Hari Batik Nasional

Batang—Memperingati Hari Batik Nasional, sejumlah siswa-siswi SMK Darussalam Subah kompak mengenakan busana batik pada hari Senin, 2 Oktober 2023 selama sehari penuh. Berkolaborasi dengan MTs Darussalam Subah dan MA Darussalam Subah, SMK Darussalam Subah juga mengundang POLSEK Subah untuk mengisi kegiatan penyuluhan di pagi harinya sebelum kegiatan pembelajaran berlangsung, kegiatan tersebut bertempat di Stadion Mini Cemara Kembar, Desa Kemiri Barat.

Sekolah yang beralamatkan di Jl. Lapangan Selatan No. 05, Desa Kemiri Barat, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang memang dikenal rutin menghimbau siswa-siswinya untuk mengenang atau memperingati hari-hari nasional dan internasional, salah satunya Hari Batik Nasional.

Acara memperingati Hari Batik Nasional dibuka dengan sambutan Kepala Bidang Pendidikan Formal Yayasan Wakaf Darussalam, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan penyuluhan oleh POLSEK Subah yang diwakili oleh Wakapolsek. Pada kesempatan tersebut, Wakapolsek menyampaikan beberapa hal tentang perbuatan menyimpang yang dilakukan oleh remaja akhir-akhir ini seperti gangster, balap liar, kepemilikan senjata tajam, narkoba, miras, perundungan, dan kekerasan seksual di lingkungan sekolah dan masyarakat luas. Wakapolsek menegaskan pihaknya akan sigap membaur dengan masyarakat guna menumpas penyimpangan-penyimpangan tersebut karena kegiatan tersebut tergolong perbuatan kriminal. Serangkaian acara memperingati Hari Batik Nasional ditutup dengan kegiatan pembelajaran seperti biasanya  di sekolah masing-masing.

Kepala SMK Darussalam Subah sangat mendukung kegiatan ini, terlebih agar siswa-siswi lebih peka dengan budaya lokal dan bangga mengenakannya, “Batik yang biasanya dikenakan siswa-siswi kami adalah Batik Maarif, mereka biasa mengenakannya setiap hari Kamis. Saya berharap mereka lebih peka dan peduli dengan budaya lokal, khususnya batik,” terang Kepala SMK Darussalam Subah,
Nur Inda Sari, S.Pd.

Melalui keterangan Waka Kesiswaan SMK Darussalam Subah, Maulida Rani Safitri, S.Pd., Senin (2/10), “Biasanya dalam memperingati Hari Batik Nasional kami memperingati di lingkungan sekolah kami saja, mulai dari foto-foto bersama, kemudian dilanjutkan kegiatan pembelajaran. Namun tahun ini sengaja kami isi dengan penyuluhan yang berkolaborasi dengan POLSEK Subah dan Yayasan Wakaf Darussalam, mengingat maraknya penyimpangan perilaku remaja usia sekolah akhir-akhir ini”.

Ghani Rasya Adyatma (2/10), “Setiap kali mengenakan batik, Saya merasa senang sekaligus bangga. Bukan menunjukkan kita seperti orang tua, namun lebih kepada menunjukkan bagaimana sangat melimpahnya budaya Nusantara” tandasnya. (wbp/smkds)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *